




Setelah sebelumnya mengeluarkan pernyataan tegas yang melarang anak-anak bermain Roblox, Mendikdasmen (Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah) kembali menarik perhatian publik. Dalam interviewnya, Mendikdasmen merekomendasikan tontonan Dora the Explorer sebagai alternatif hiburan yang lebih edukatif untuk anak-anak.

Mendikdasmen menyebut bahwa Dora the Explorer bisa menjadi sarana belajar yang aman dan menyenangkan bagi anak-anak, terutama dalam membangun karakter, kemampuan bahasa, serta kemampuan kognitif. Menurutnya, konten seperti ini jauh lebih aman dan memberikan manfaat ketimbang game online, terutama Roblox, yang belum tentu sesuai usia dan pengawasan.
Langkah ini menuai pro dan kontra. Beberapa pihak menyambut baik pendekatan pemerintah dalam mendorong konten ramah anak dan edukatif, mengingat Dora the Explorer memang dikenal sebagai tayangan anak-anak yang mengajarkan logika, bahasa, hingga empati melalui petualangan interaktif. Di sisi lain, sebagian masyarakat mempertanyakan relevansi rekomendasi ini dengan minat anak-anak zaman sekarang, yang cenderung lebih tertarik pada game online dan konten interaktif lainnya.

Kebijakan ini muncul sebagai lanjutan dari kekhawatiran pemerintah terhadap risiko eksploitasi anak di platform game online. Kasus yang sempat terjadi baru-baru ini pun dijadikan acuan kuat untuk mulai mengatur konsumsi digital anak dengan lebih ketat. Oleh karena itu, pemerintah kini tengah mempersiapkan panduan media hiburan yang lebih sesuai untuk anak-anak Indonesia, termasuk rekomendasi tontonan dan batasan waktu screen time.
Baca ini juga :
» Istri Download Roblox untuk Bongkar Dugaan Suami Selingkuh Virtual, 15 Tahun Pernikahan Terancam Hancur
» Waspada! BNPT Ungkap Ratusan Anak Terpapar Radikalisme Lewat Roblox Selama 2025
» Roblox Diblokir di Rusia Diduga karena Konten LGBTQ+
» Skandal Keselamatan Anak di Roblox: Mengapa Tuntutan Hukum Meningkat dan Rencana Fitur Kencan tuai Kontroversi
» Bocah 6 Tahun di Johor Alami Luka Iris di Leher, Kakak Kandung Diduga Pelaku Akibat Halusinasi Setelah Kehilan
Meski terkesan klasik, Dora the Explorer dipilih karena mudah dipahami, tidak mengandung kekerasan, dan masih relevan secara nilai pendidikan dasar. Apakah langkah ini akan efektif dalam menggeser minat anak dari gim daring ke tayangan edukatif, tentu akan menjadi bahan evaluasi ke depannya.
Recommended by Kotakgame
Srikandi Dunia Esports Indonesia! Inilah Dere...
Istri Download Roblox untuk Bongkar Dugaan Su...